HomeKesehatanApakah Benar MSG Bisa Membuat Seseorang Menjadi "Bodoh"?

Apakah Benar MSG Bisa Membuat Seseorang Menjadi “Bodoh”?

Apakah Benar MSG Bisa Membuat Seseorang Menjadi “Bodoh”? – Saat ini istilah “Generasi Micin” mungkin sudah tidak lagi asing di telinga.

Sebutan satu ini sempat ramai disematkan kepada Generasi Z (Gen Z) yang dianggap kurang kompeten ataupun nmemiliki pola pikir yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Namun, julukan tersebut kemudian memunculkan anggapan keliru bahwa micin atau monosodium glutamat (MSG) dapat memengaruhi otak.

Tidak sampai disana, MSG dikatakan bisa membuat seseorang menjadi “bodoh”.

Padahal, secara ilmiah dan juga medis, penggunaan MSG baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak tidak mempengaruhi kerja ataupun fungsi otak sama sekali.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi dalam unggahan video di channel YouTube miliknya mengatakan bahwa konsumsi MSG tidak berpengaruh ke otak.

Dikutip pada Sabtu (1/8/2026), dr. Tirta mengatakan “Sebelum nyampe ke otak, orangnya udah hipertensi dulu. Konsumsi MSG atau monosodium glutamat terlalu berlebihan itu efeknya sama kayak garam, karena sifatnya menarik air,”

Justru, dampak dari mengonsumsi MSG sama dengan garam, mengutip SindoNews.

Baca juga : Teks dan File Buatan Claude AI akan di Berikan Watermark oleh Anthropic

Keduanya sama-sama bersifat menarik air dan bisa menyebabkan hipertensi jika dikonsumsi terlalu berlebihan.

“Jadi, konsumsi MSG berlebihan itu akan membuat kalian cenderung mengalami faktor risiko utama menjadi tekanan darah tinggi, walau itu slight atau mild,” jelas dr. Tirta.

Maka dari itu, ia menilai bahwa anggapan MSG atau micin bisa memengaruhi kerja otak dan membuat ‘bodoh” sama sekali tidak benar dan sangat jauh dari korelasinya.

Kalaupun bisa berpengaruh ke orak, maka MSG itu harus dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak setiap harinya, seperti satu kilo MSG dalam satu hari.

“Jadi ya, buat Kawan-kawan semua ya, sebenarnya terlalu banyak MSG terus membuat goblok tuh jauh banget hubungannya dan harus dalam jumlah yang sangat besar,” tutur dr. Tirta.

Ia juga memberikan peringatan agar masyarakat bisa membatasi konsumsi harian MSG.

Sebab, ada resiko hipertensi yang mengintai dibalik konsumsi bahan tersebut secara berlebihan.

Terlebih lagi, menurutnya MSG hanyalah bahan penguat rasa pada makanan sehingga tidak perlu dilakukan pemakaian yang terlalu banyak termasuk ke dalam masakan.

“Jadi, teman-teman, MSG itu konsumsinya harus dibatasi per hari, karena akan risiko menyebabkan gangguan hipertensi. Udah, itu aja, dan MSG itu kan sebenarnya penguat rasa. Rasa manis jadi sangat manis, rasa gurih jadi sangat gurih,” pungkas dia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments