HomeFaktaIbadah jemaat GKPI di Rajeg Tanggerang di Bubarkan oleh Warga Karena Masalah...

Ibadah jemaat GKPI di Rajeg Tanggerang di Bubarkan oleh Warga Karena Masalah Perizinan

Ibadah jemaat GKPI di Rajeg Tanggerang di Bubarkan oleh Warga Karena Masalah Perizinan – Kini pelaku diketahui sudah meminta maaf.

Insiden pembubaran paksa ibadah jemaat ini terjadi di Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia, Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Kejadian tersebut dikatakan berakhir damai setelah dilakukannya mediasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Melansir TribunNews, peristiwa yang terjadi pada Minggu (20/9) ini sempat viral di media sosial.

Puluhan jemaat GKPI panik tampak panik setelah sekelompok warga mendatangi rumah doa dan meminta ibadah untuk dihentikan.

Salah seorang warga bahkan disebut membawa senjata tajam yang menimbulkan ketakutan di antara jemaat.

Pada Minggu malam, Forkopimda Kabupaten Tangerang menggelar pertemuan di Aula Kantor Kecamatan Rajeg.

Dalam forum tersebut, perwakilan warga yang terlibat, Aji Cahyono, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada jemaat GKPI.

Baca juga : Ke Huy Quan Cerita Royalti Fantastis dari Indiana Jones Mengubah Garis Nasib Keluarganya

Aji sendiri memberikan pengakuan tindakan yang dilakukan menimbulkan keresahan dan berjanji kejadian serupa tidak akan terulang.

Permintaan maaf tersebut juga diterima oleh pihak GKPI.

Perwakilan jemaat, Hadi Sucipto, menegaskan pihaknya tidak akan memperpanjang persoalan.

Penatua GKPI Rajeg, Surya Sarjono Lumban Gaol, menambahkan keputusan berdamai diambil sebagai sebuah bentuk komitmen menjaga kerukunan.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, memberikan kepastian persoalan telah selesai melalui jalur musyawarah.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada laporan polisi yang dibuat oleh pihak gereja.

Sebagai tindak lanjut, rumah doa yang telah berdiri selama empat tahun ditutup untuk sementara.

Penguncian bangunan kini dilakukan oleh pengurus gereja sendiri sesuai koordinasi dengan Kementerian Agama.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments