HomeAlamFotografer ini Tinggal 17 Tahun di Puncak Gunung Fuji untuk Mengabadikan Cerita

Fotografer ini Tinggal 17 Tahun di Puncak Gunung Fuji untuk Mengabadikan Cerita

Fotografer ini Tinggal 17 Tahun di Puncak Gunung Fuji untuk Mengabadikan Cerita – Fotografer satu ini bernama Megumi Ueda.

Megumi Ueda merupakan seorang fotografer asal Jepang yang menjadikan Gunung Fuji sebagai tempat kerja sekaligus juga rumah sementara selama musim pendakian.

Selama hampir 17 tahun terakhir, Ueda diketahui menghabiskan musim pendakian dengan tinggal dan juga bekerja di sebuah kuil Shinto.

Baca juga : Ibadah jemaat GKPI di Rajeg Tanggerang di Bubarkan oleh Warga Karena Masalah Perizinan

Kuil Shinto sendiri berjarak tidak jauh dari puncak Gunung Fuji.

Ueda mengabadikan berbagai momen dari ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut, mengutip Euronews.

Ia mengabadikan mulai dari matahari terbit, matahari terbenam, hingga perubahan cuaca ekstrem di kawasan puncak gunung.

Ketertarikannya terhadap Gunung Fuji bermula ketika ia pertama kali mendaki gunung tersebut saat berusia awal 30-an.

Pada saat itu, seorang teman menyarankan Ueda untuk mencoba pendakian Gunung Fuji.

Setelah ia merasakan pengalaman berada di puncak, ia kemudian memutuskan untuk melamar pekerjaan di kuil gunung agar dapat menghabiskan lebih banyak dari waktunya.

mengutip CNN ID, hal ini juga ia lakukan sekaligus untuk memotret keindahan Gunung Fuji.

Pengalaman pertama tinggai di puncak Gunung Fuji tidak mudah bagi Ueda.

Ia mengaku bahwa ia perlu beradaptasi dengan konsisi yang berbeda dari kehidupan normal, termasuk juga keterbatasan fasilitas dan banyaknya pendaki yang datang silih berganti.

Namun, pemandangan yang ia lihat dari puncak gunung membuatnya ingin kembali ke gunung tertinggi di Jepang tersebut.

Ueda mengatakan bahwa “Ketika akhirnya saya turun dan berbalik melihat Gunung Fuji, semua pemandangan itu kembali terlintas, dan saya mulai menangis,”

Sejak saat itu, ia kembali ke Gunung Fuji hampir setiap musim pendakian.

Selain bekerja di kuil dengan membantu menyiapkan makanan untuk staf, Ueda juga mengambil foto dan membagikan informasi mengenai kondisi gunung kepada para pendaki.

Setiap hari, ia akan bangun sekitar pukul 04.00 pagi untuk mengabadikan momen matahari terbit dari puncak Gunung Fuji.

Menurutnya, pemandangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia terus kembali ke gunung tersebut.

Selain keindahan alam, Ueda juga ingin menunjukkan sisi lain Gunung Fuji yang penuh akan tantangan.

Ia secara rutin mengukur suhu dan kecepatan angin di puncak, yang kemudian informasi tersebut ia bagikan melalui internet agar pendaki dapat memahami kondisi sebenarnya sebelum melakukan perjalanan.

“Tidak ada kamera pemantau atau semacamnya di puncak, jadi saya ingin menjadi orang yang menyampaikan kondisi tersebut,” katanya.

Menurut Ueda, informasi visual mengenai kondisi cuaca dapat membantu orang dalam memahami risiko dengan lebih baik dibandingkan hanya melihat angka.

Ia juga mengatakan bahwa “Saya berharap dengan melihat kondisi sebenarnya, orang-orang dapat lebih memahami pentingnya keselamatan,”.

Di puncak Gunung Fuji, suhu dapat terasa seperti musim dingin pada Februari, sementara angin kencang dapat membuat pendaki sulit berjalan dan jarak pandang buruk dapat memperbesar risiko.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan keselamatan para pendaki.

Setiap musim pendakian resmi, lebih dari 200.000 orang mendaki Gunung Fuji.

Media Jepang juga memberikan laporan bahwa sedikitnya ada enam orang yang meninggal di lereng Gunung Fuji selama musim pendakian tahun ini.

Ueda yang telah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama di alam terbuka mengatakan bahwa dirinya beberapa kali membantu proses penyelamatan di sekitar puncak.

Ia juga pernah menemui pendaki yang mengalami masalah akibat pakaian yang tidak sesuai dengan kondisi cuaca.

Ada juga pendaki yang terjatuh dan tidak mampu melanjutkan pendakian.

Setelah musim pendakian berakhit, Ueda berencana untuk kembali pada musim panas untuk mendokumentasikan lagi momen di puncak Gunung Fuji.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments