Bandara Soetta Lakukan Penyemprotan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau – Bandara Soekarno-Hatta melakukan proses penyemprotan sebagai dampak abu vulkanik.
Operasional penerbangan di Bandara Internasional Seokarno-Hatta dinyatakan aktif kembali pukul 00.01 WIB.
Pembukaan kembali operasional bandara dilakukan setelah kondisi sebaran abu vulkanik di sekitar bandara membaik, melansir CNN ID.
Sebelumnya, pada hari kedua penutupan, Senin (7/9), pengelola bandara sudah melakukan sejumlah langkah penanganan.
Mulai dari pembersihan runway secara intensif, pengalihan penerbangan ke bandara alternatif, hingga penanganan darurat bagi penumpang yang terdampak.
Petugas bandara langsung bergerak cepat dalam melakukan pembersihan di area sisi udara (airside), runway, hingga fasilitas pendukung operasional penerbangan.
Baca juga : Iklan Sepatu Pakai Model Eks Tentara Israel, Adidas Menyampaikan Permintaan Maaf
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan memberikan konfirmasi pemulihan layanan operasional tersebut.
Yudistiawan dalam keterangannya mengatakan bahwa, “Sehubungan dengan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan,”
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi memberikan penjelasan, proses penanganan dan juga pembersihan landasan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam setiap kondisi ruang udara memungkinkan.
“Sekitar 2 sampai 3 jam,” tegas Dudy di Posko Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026) malam.
Pembersihan ini dilakukan untuk memastukan fasilitas darat dan armada udara aman dari paparan debu vulkanik sebelum kembali dioperasikan.
Proses satu ini tidak hanya berfokus pada area fisik bandara, seperti runway, taxiway, dan apron, tetapi juga mencakup pesawat milik maskapai.
“Perpanjangan ini dilakukan untuk memberikan waktu kepada pihak bandara membersihkan runway, taxiway, dan apron, serta memberi kesempatan bagi operator maskapai menyiapkan dan membersihkan pesawat dari debu yang ada,” ujar Dudy.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga melakukan pemeriksaan dan pengawasan untuk memastikan pengelola bandara serta maskapai menjalankan Standart Operasional Prosedur (SOP) keselamatan.
Pembersihan harus dilakukan secara berkala dan juga berulang karena debu vulkanik yang masih cukup banyak di sejumlah lokasi.
“Karena debu masih cukup banyak, pembersihan terus dilakukan secara berkala,” terang Dudy.
Selama operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup, Kemenhub menyiagakan beberapa bandara alternatif.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi penumpukan penumpang dan juga menjaga kelancaran layanan penerbangan.
Bandara yang disiapkan antara lain Bandara Kertajati, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Adi Soemarmo di Solo.
