Pria Ini Cepat Menikahi Sang Kekasih Setelah Divonis Tumor Ganas, Cerita Selanjutnya Membahagiakan

    0
    171

    Pria Ini Cepat Menikahi Sang Kekasih Setelah Divonis Tumor Ganas, Cerita Selanjutnya Membahagiakan – Jack Kane melamar kekasihnya, Emma Clarke, setelah didiagnosis memiliki tumor di tulang belakangnya.

    Hal itu bermula ketika suatu pagi Jack bangun dalam keadaan tak bisa bergerak setelah mengalami sakit punggung yang sangat hebat dan hipersensitivitas parah di kakinya.

    Kesedihannya tak cukup sampai di situ saja, hidupnya bahkan dinyatakan tak lama lagi.

    Mengetahui waktunya hanya tinggal beberapa minggu, Jack akhirnya melamar Emma Clarke untuk hidup bersama hingga akhir waktunya.

     

    Emma, yang memiliki anak berusia empat tahun pun sudah bersiap mengucapkan selamat tinggal.

    “Kami mengucapkan selamat tinggal satu sama lain dan mulai menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa Jack tak akan berada di sisi lagi. Itu mengerikan. Ketika kami diberi tahu jika Jack akan meninggal, kami pikir ‘Mari jalani saja’ dan merencanakan pernikahan dalam delapan hari,” tutur Emma dikutip dari Daily Mail.

    delapan hari setelah lamaran mereka melakukan upacara pernikahan di Rumah Sakit James Cook di Middlesbrough.

     

    Tetapi saat hari pernikahan tiba, hal tak terduga terjadi.

    Jack tiba-tiba memberikan kabar baik untuk semua orang.

    Ternyata setelah pemeriksaan lebih lanjut, diagnosisnya dinyatakan salah.

    Jack tak mengidap tumor pada tulang belakangnya, tetapi neuromyelitis optica (NMO) atau yang dikenal dengan devic disease.

    Kondisi tersebut menyebabkan radang tulang belakang dan saraf optik.

     

    Jack memutuskan memberi tahu keluarga dekatnya tetapi merahasiakan dari 130 tamu undangan.

    Ketika pidato, Jack akhirnya memberikan kabar baik tersebut.

    “Dokter telah melakukan tes lanjutan dan mereka memberikan kabar positif. Aku tidak mengidap tumor,” ungkapnya.

    Momen saat memberikan kabar itu jadi kenangan yang tak akan pernah dilupakan bagi Jack dan Emma.

    “Untuk beberapa saat aku bisa mendengar suara tetes air mata di ruangan, lalu sorak sorai serta tepuk tangan semua orang. Itu adalah momen yang tak akan aku lupakan,” tegas Emma.

    Setelah itu, Jack mendapatkan perawatan lebih lanjut dan lebih optimis akan kehidupan.

    “Kakiku mungkin tak bisa kembali normal tetapi ada banyak orang yang mengalami nasib buruk dariku. Aku tidak akan kalah oleh sesuatu yang tak bisa aku lihat,” ungkap jack.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here