Menyeramkan! Seorang pria bertahan hidup selama 2 hari dengan kondisi otak tertancap anak panah. Kejadian ini belum diketahui penyebabnya, tetapi diketahui bahwa pria yang tidak diketahui identitasnya ini merupakan seorang penggemar panah otomatis yang tinggal sendirian.
Dilansir dari Oditty Central, Anggota keluarga yang khawatir akhirnya memutuskan untuk menghubungi layanan darurat setempat, polisi yang datang dengan sigap mendobrak pintu rumah pria tersebut.
Polisi yang berhasil masuk kerumah itu dikejutkan dengan penampakan kondisi pria tersebut yang sedang berbaring dalam keadaan sadar dengan mata terbuka dan ujung anak panah mencuat dari dahinya. Pihak medis mengatakan, ketika ditemukan pria tersebut masih dalam keadaan sadar dan berbicara tidak jelas namun masih bisa berbicaraKejadian ini membuatnya tidak makan ataupun minum sejak dua hari lalu, bahkan mengakibatkan pria tersebut tidak mampu menoleh ke arah lain.
Seorang Kepala Bedah Saraf di Rumah Sakit Torette Maurizio Iacoangeli berpendapat bahwa ia baru pertama kali menemukan kasus seperti ini selamam perjalanan kariernya di Italia.
baca juga : Buat TikTok di Kamar, Wanita ini Kaget Tiba-Tiba Ibunya Terjatuh dari Loteng
Pria ini beruntung dikarenakan anak panah yang menencap di otak-nya berbahan karbon yang dimana memudahkan tim medis melakukan pemindahan CT dengan lancar dan tanpa hambatan. Tantangan oprasi yang dihadapi pihak medis bukan cuman sekedar mencabut anak panah melainkan juga perlu dilakukan tanpa adanya memicu pendarahan hebat.
Pemindahan anak panah tersebut dilakukan menggunakan teknik bedah militer yang dipelajari dari Rocco Armonda, seorang ahli beda saraf Angkatan Darat AS yang sudah berpengalaman di Medan Perang Irak,Iran, dan Ukraina.
Oprasi yang dilakukan sukses dan berhasil, tetapi kondisi pasien masih kritis dan sedang dalam masa pemulihan, pihak medis juga mengawasi perkembangan pasien secara ketat, dikarenakan hingga kini, kondisi pasien belum bisa dipastikan.
Penyelidik masih melakukan penelusuran mencari apa penyebab dari insiden ini. Dugaan awal dari kepolisian adalah bahwa insiden ini merupakan kecelakaan didukung faktor pria tersebut memiliki hobi terhadap busur silang
Tetapi, penyelidik juga tidak menutup kemugkinan akan adanya faktor menyakiti diri sendiri, walau sejauh ini korban tidak memiliki gejala gangguan mental ataupun riwayat perawatan kejiwaan.
Hasil investigasi akan menentukan apakah kejadian ini murni kecelakaan atau adanya faktor lain dibalik insiden ini.