Ini Dia Fakta Kontroversi Hiatus Manon KATSEYE yang Menggegerkan Penggemar – Melalui pengumuman hiatus sementara ini telah memicu gelombang kontroversi.
Penggemar saat ini menuduh bahwa adanya perlakuan tidak adil dan kurang adanya transparansi dari label HYBE serta Geffen Records.
Kejadian ini menjadi topik hangat, setelah dirilisnya pernyataan resmi pada akhir pekan lalu, yang isinya menyatakan bahwa Manon perlu fokus pada kesehatan dan kesejahteraannya.
Namun, penggemar meragukan alasan yang diberikan agensi, karena mengingat sejarah grup yang dipenuhi oleh tekanan, termasuk juga ancaman kematian yang pernah diterima anggota lainnya.
Melansir Stekom, kontroversi pun mulai meledak ketika Manon menyukai sebuah unggahan di Instagram.
Baca juga : Yerin Ha jadi Bintang Utama di Bridgerton Season 4, Malah Alami Diskriminasi?
Pada unggahan tersebut membahas mengenai perlakuan buruk terhadap anggota berkulit hitam di girl group.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa hiatus tersebut terkait dengan adanya diskriminasi rasial dari label dan penggemar.
Menurut beberapa sumber, disebutkan bahwa Manon sering dikecualikan dari kampanye promosi, yang dimana hal ini memperburuk situasi.
Penggemar menyadari bahwa pola serupa memang terjadi di industri musik, di mana anggota minoritas kerap menhadapi tantangan yang lebih besar.

Penggemar KATSEYE memberikan reaksi keras dengan meluncurkan kampanye boikot.
Penjelasan yang lebih juga dituntut oleh para penggemar mengenai kondisi Manon dan menolak untuk mendukung label yang dianggap gagal melindungi artisnya.
Gerakan ini menyebar luas di platform seperti X dan Instagram, dengan tagar terkait dengan kejadian ini yang menjadi trending global.
Saat ini mereka menghadapi tantangan besar dampak dari hiatus Manon.
Hiatus Manon sendiri memang mempengaruhi dinamika internal, dimana dukungan dari musisi terkenal yang menambahkan tekanan pada label.
Beberapa analis industri juga memprediksikan bahwa kontroversi ini bisa menjadi titik balik bagi isu keadilan di K-pop global.
Untuk sisi penggemar, mereka mengharapkan transparansi lebih baik agar grup tersebut bisa bangkit lebih kuat, sementara Manon berfokus pada pemulihan dirinya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi label untuk selalu memprioritaskan kesejahteraan artis di tengah sorotan publik.
