HomeKesehatanAnak 2 Tahun Jalani Suntik Mati Untuk Pertama Kalinya di Belanda

Anak 2 Tahun Jalani Suntik Mati Untuk Pertama Kalinya di Belanda

Anak 2 Tahun Jalani Suntik Mati Untuk Pertama Kalinya di Belanda – Seorang anak berusia dua tahun menjalani eutanasia atau suntik mati di Belanda.

Eutanasia dilakukan setelah anak tersebut menderita kondisi medis berat dan tak dapat disembuhkan.

Hal ini menjadi kasus eutanasia pertama yang dijalani anak dua tahun setelah aturan mengenai eutanasia diperluas di negara tersebut.

Melansir laporan NL Times, suntik mati ini dilakukan pada tahun 2025, namun baru diungkap belakangan ini.

Baca juga : Mata Uang Asia Berguguran, Mulai dari Won-Rupiah-Yen-Yuan

Jenis kelamin anak tersebut tidak diungkapkan kepada publik.

Ia dikatakan menghabiskan hampir seluruh hidupnya berjuang melawan kerusakan otak parah, cerebral palsy atau kelumpuhan otak, serta gangguan penglihatan setelah lahir prematur pada usia handungan hanya 26 minggu.

Menurut temuan yang dirilis Komite Belanda untuk Aborsi Tahap Akhir serta Pengakhiran Hidup pada Bayi dan Anak-anak, anak tersebut juga mengalami kejang epilepsi yang tidak terkendali.

Anak tersebut juga dikatakan tidak merespons pada pengobatan, mengutip SindoNews.

Kondisinya diperparah gangguan pernapasan berat akibat paru-parunya dipenuhi lendir.

Sekadar diketahui, Pemerintah Belanda telah mengambil keputusan penting untuk menghapus batas usia dalam pelaksanaan eutanasia bagi anak-anak yang menderita penyakit mematikan.

Sebelum perubahan aturan tersebut, eutanasia di Belanda secara ketat dibatasi untuk bayi berusia di bawah satu tahun atau anak-anak berusia 12 tahun ke atas.

Rincian kasus tersebut terungkap setelah sebuah badan peninjau medis menyelidiki kondisi dan prosedur yang dilakukan terhadap anak tersebut.

Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa dokter yang menangani pasien meminta pendapat medis kedua secara independen.

Hal tersebut dilakukan setelah menyimpulkan bahwa tidak ada intervensi media yang dapat meringankan penderitaan anak tersebut.

Hasil pemeriksaan medis independen menyimpulkan “penderitaan yang tak tertahankan terlihat jelas”

Dikatakan juga bahwa seluruh aspek utama fungsi manusia, termasuk kemampuan motorik, perilaku, dan kepribadian telah mengalami gangguan permanen dan parah.

laporan resmi badan peninjau berisi “Terlepas dari seluruh intervensi medis dan nonmedis, orang tua dan dokter tidak melihat adanya perbaikan kondisi anak tersebut dan meyakini bahwa anak itu mengalami penderitaan yang tak tertahankan serta tidak memiliki prospek untuk terbebas dari penderitaan,”

Pemeriksaan tersebut juga memberikan kepastian bahwa seluruh persyaratan hukum dan etika yang diwajibkan berdasarkan hukum Belanda telah dipenuhi sebelum prosedur dilakukan.

Berdasarkan peraturan Belanda yang berlaku saat ini, eutanasia terhadap anak-anak usia sangat muda hanya dapat dilakukan apabila dokter spesialis independen memastikan tidak ada kemungkinan pemulihan maupun peredaan rasa sakit.

Hal ini juga disertai setelah mendapatkan persetujuan penuh dan berdasarkan informasi yang memadai dari orang tua.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments