Iklan Sepatu Pakai Model Eks Tentara Israel, Adidas Menyampaikan Permintaan Maaf – Iklan tersebut diperuntukan untuk sepatu khusus difabel.
Adidas sendiri merupakan perusahaan pakaian olahraga asal Jerman.
Mereka menyampaikan permintaan maaf tersebut usai membuat iklan sepatu khusus difabel memakai model mantan tentara Israel (IDF).
Dalam iklan tersebut Adidas menampilkan Shalev Biton, yang kaki kirinya diamputasi setelah terluka ketika bertugas.
Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2021 saat ia sedang bertugas di IDF.
Baca juga : Bisnis Bimbel di India sedang Dalam Masa ‘Subur’ Berkat Ambisi Masuk Kampus Top
Iklan tersebut diperuntukan untuk mempromosikan Adidas’s Single Shoe.
Adidas sendiri memberikan pernyataan yang berbunyi “Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivitas baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras,”
“Kami tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan pelanggaran, dan kami meminta maaf kepada siapapun yang terkena dampaknya,” lanjut pernyataan tersebut.
Adidas memberikan klaim bahwa iklan tersebut merupakan inisiatif lokal di Israel dan bukan bagian dari kampanye global.
Melansir CNN ID, Adidas juga mengatakan bahwa layanan Single Shoe tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan inklusi.
Yang dimana memungkinkan orang-orang dengan perbedaan anggota tubuh untuk hanya membeli sepatu yang mereka butuhkan.
Perusahaan tersebut memperkenalkan layanan ini di 23 negara Eropa sejak Januari.
Penawaran tersebut menawarkan sepatu individu seharga 50 persen dari harga sepasang di toko dan juga outlet Adidas.
Adidas mengatakan program ini diperluas ke seluruh Eropa, Asia, dan Timur Tengah, termasuk Palestina, Uni Emirat Arab, Lebanon, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Mesir.
Shalev Biton sendiri merupakan satu dari sebelas penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam poster yang dipajang di toko Adidas di Israel.
Aktivis pro-Palestina memberikan kritik keputusan Adidas untuk memasukkan seorang mantan tentara Israel dalam kampanye tersebut.
Kontras dengan ribuat warna Palestina yang juga kehilangan anggota tubuh imbas agresi brutal Israel.
Terkait hal ini, Adidas juga mengatakan akan “terus mendengarkan, belajar dan bekerja” untuk memastikan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai inklusif.
Adidas juga pernah menghadapi kontroversi serupa dalam beberapa kesempatan, dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2012, perusahaan itu menghadapi seruan boikot atas sponsornya terhadap Maraton Yerusalem yang rutenya melewati Yerusalem Timur yang diduduki.
Pada 2018 lalu, Adidas juga mendapatkan tekanan ketika lebih dari 130 klub sepak bola dan asosiasi olahraga Palestina mendesak perusahaann itu mengakhiri sponsornya terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel.
