HomeFaktaWali Kota Prancis Viral karena Lindungi Pendemo Pelajar dari Kepolisian Prancis

Wali Kota Prancis Viral karena Lindungi Pendemo Pelajar dari Kepolisian Prancis

Wali Kota Prancis Viral karena Lindungi Pendemo Pelajar dari Kepolisian Prancis – Wali kota Saint Denis di Prancis, Bally Bagayoko saat ini sedang viral di media sosial.

Hal ini terjadi usai terekam bahwa ia berusaha melindungi para pelajar yang melakukan demonstrasi dari kekerasan aparat kepolisian.

Dalam video yang beredar, Bagayoko tampak dengan setelan jas dan sedang berada di barisan depan menghadang polisi.

Polisi yang berada di lokais juga tampak terus mendekat ke arah para demonstran.

Baca juga : Salah Kostum di Acara Keluarga, Bocah Ini Malah Jadi Pusat Perhatian

Sembari ia melindungi para demonstran, tampak juga ada kepulan asap hitam dibelakang.

Polisi juga terus berusaha merangsek ke arah pengunjuk rasa.

Dalam demo tersebut, Bahayako sendiri terdampak gas air mata yang ditembakkan polisi anti huru-hara, mengutip CNN ID.

Di video yang lain juga tampak sejumlah orang memapahnya dan meneteskan obat mata untuk menenangkan matanya.

Prancis saat ini sedang bergejolak usai para pelajar menggelar demonstrasi di berbagai wilayah.

Para pelajar tersebut menuntut perbaikan sistem pendidikan hingga fasilitas di sekolah yang dinilai tidak cukup memadai.

Mereka mengatakan bahwa sistem pendidikan Prancis diselimuti ketidaksetaraan, banyak bangunan rusak, ukuran kelas yang terlalu sesak, meja kursi yang kurang, hingga tidak punya cukup guru.

Beberapa sekolah menengah di Prancis juga dikatakan bobrok, terutama di daerah pinggiran.

Video yang direkam pelajar dan pengajar juga ada yang menunjukkan berbagai kerusakan pada sekolah.

Kerusakan yang diperlihatkan tersebut berupa atap sekolah bocor, tikus berkeliaran, lubang tampak di dinding dan langit-langit, toilet rusak, hingga kurang meja dan kursi.

Di luar itu, jam belajar di Prancis juga lebih panjang dibanding jam belajar anggota OECD.

Para pelajar yang ikut demo mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar berlangsung pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat dengan banyak jeda.

Saint-Denis sendiri memang menjadi salah satu lokasi pertama demonstari pelajar sejak akhir September.

Bagayoko mengatakan bahwa demonstrasi bukanlah hal baru di Saint-Denis dan biasanya terjadi setiap awal tahun ajaran.

Menurut ia, janji kesetaraan yang menjadi prinsip negara Prancis belum terpenuhi, terutama di kawasan masyarakat kelas pekerja dan wilayah perdesaan.

Bagayoko menyuarakan agar pemerintah memprioritaskan investasi di sektor pendidikan dan mengenakan pajak lebih tinggi kepada para miliarder.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments