Penumpang Rasis ini Dilakban dan Diikat seperti Mumi Akibat Mengamuk Brutal di Pesawat – Penumpang tersebut berada dalam penerbangan American Airlines 618.
Seorang penumpang maskapai Amerika Serikat (AS) dilakban dan diikat menggunakan zip tie oleh penumpang lain serta awak pesawat.
Hal ini terjadi setelah diduga ia melontarkan hinaan bernada rasis dan juga homofobik saat mengamuk secara brutal di tengah penerbangan.
Mengutip SindoNews, insiden tersebut memaksa pesawat untuk mengalihkan rute penerbangannya.
Penumpang tersebut berada dalam penerbangan American Airlines 618 dari Dallas menuju New York-Newark.
Baca juga : Bandara Soetta Lakukan Penyemprotan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pada Kamis pukul 22.15 waktu AS, ia tiba-tiba mengamuk dan melancarkan cacian penuh amarah kepada penumpang yang duduk di sebelahnya.
Aksi tersebut kemudian membuat seorang pramugara berkulit hitam dan sejumlah penumpang akhirnya turun tangan untuk menahannya.
Melansir laporan TMZ, ketika pramugara tersebut mencoba untuk menghentikan keributan, penumpang pria itu melontarkan cacian rasial yang sangat menghina terhadap orang kulit hitam.
Tak hanya sampai disana, ia juga mengeluarkan hinaan anti-gay.
Rekaman video memperlihatkan pria tersebut sedang dalam kondisi “dibungkus seperti mumi”, dengan tubuhnya yang diikat ke kursi.
Kedua tangannya, kepala, dan juga tubuh bagian atasnya dilakban agar ia tidak dapat bergerak.
Saat mengamuk, pria tersebut melakukan kekerasan fisik secara tak terkendali.
Ia juga memukul penumpang yang duduk di sebelahnya serta menghancurkan komputer milik penumpang tersebut.
Namun, pria yang mengamuk itu justru mendorong penumpang perempuan tersebut hingga menjauh.
Tiga penumpang pria lainnya kemudian ikut turun tangan.
Mereka berhasil mengendalikan pria tersebut dengan menggunakan lakban dan zip tie.
Pihak American Airlines mengatakan kepada The New York Post dalam sebuah pernyataan bahwa penerbangan tersebut akhirnya dialihkan ke Baltimore.
Dilansir pada Minggu (6/9), “Karena adanya penumpang yang mengganggu ketertiban,”
“Setelah pesawat mendarat, petugas penegak hukum mendatangi pesawat dan membantu menurunkan penumpang tersebut sebelum penerbangan melanjutkan perjalanan ke tujuan,” lanjut pihak maskapai.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memberikan konfirmasi bahwa insiden ini sedang dalam masa penyelidikan.
FAA juga menyatakan bahwa telah terjadi lebih dari 1.160 insiden penumpang yang melakukan tindakan menganggu ketertiban sepanjang 2026.
Seorang juru bicara Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan kepada The New York Post bahwa pria tersebut ditangkap oleh Polisi Transportasi Maryland.
Kasus ini juga sedang diproses dengan dugaan pelanggaran hukum negara bagian Maryland.
