House of Tugu Jakarta Di Nobatkan sebagai World’s Greatest Places 2026 oleh Time Magazine – House of Tugu Jakarta berhasil menembus panggung global melalui pengakuan bergengsi dunia.
Koleksi warisan sejarah dan budanyanya yang kaya, membuat properti di kawasan Kota Tua ini masuk ka dalam daftar World’s Greatest Place 2026 versi Time Magazine.
Yang menarik adalah, fakta bahwa House of Tugu menjadi satu-satunya wakil Indonesia tahun ini.
Melansir SindoNews, pencapaian ini memberikan penegasan akan kekuatan budaya sebagai daya tarik utama dari sebuah destinasi.
Dan melalui pengakuan ini lah yang mengangkat posisi Jakarta dalam peta pariwisata dunia.
World’s Greatest Places 2026 dikenal luas sebagai sebuah rujukan destinasi berpengaruh secara global dikarenakan Time Magazine sendiri memiliki reputasi yang sangat kuat.
Kurasi World’s Greatest Places menyoroti lokasi dengan pengalaman yang unik dan juga bermakna, seleksi yang ada juga dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan nilai budaya dan juga inovasi.
House of Tugu Jakarta sendiri dinilai mampu dalam menghadirkan kedua aspek yang ada secara autentik.
Baca juga : Sutradara Anime Doraemon Meninggal Dunia, Ini Dia Profil Tsutomu Shibayama
Dalam ulasannya, Time Magazine juga menyoroti House of Tugu Jakarta sebagai sebuah ruang yang memperkenalkan kembali warisan budaya Peranakan kepada publik luas.
Melalui koleksi seni, arsitektur, serta narasi sejarah yang hadir pada setiap sudutnya, tempat ini menghadirkan pengalaman yang menghubungkan pengunjung dengan lapisan sejarah Jakarta dan juga Nusantara.
Akar cerita tempat ini bermula dari sebuah perjalanan panjang menjaga sejarah Indonesia.
Pendiri Tugu, Anhar Setjadibrata, mulai mengumpulkan artefak mulai dari tahun 1960-an.
Ia sendiri sudah menemukan banyak peninggalan berharga dalam kondisi terabaikan di berbagai daerah.
Bersama dengan sang istri yang bernama Wedya Julianti, upaya ini berkembang menjadi sebuah gerakan pelestarian budaya.
Koleksi tersebutlah kemudian menjadi akar dari lahirnya Tugu Group.
Dan pada saat ini, artefak tersebut hidup dalam ruang-ruang yang bisa dinikmati publik luas.
