HomeTeknoOrang Tua harus Tetap Waspada! Main Game Roblox juga Berdampak Bahaya pada...

Orang Tua harus Tetap Waspada! Main Game Roblox juga Berdampak Bahaya pada Anak

Orang Tua harus Tetap Waspada! Main Game Roblox juga Berdampak Bahaya pada Anak – Di balik tampilan warna-warninya, Roblox sendiri juga berpotensi membuat perilaku anak menjadi kurang baik.

Melansir CNA ID, dengan fitur sosial yang interaktif, orang tua perlu mengantisipasinya sejak dini.

Dengan tampilan yang lucu, penuh akan warna, dan deretan karakter menggemaskan membuat Roblox tampak seperti taman bermain digital yang aman untuk anak-anak.

Game ini bahkan kerap sekali dipandang sebagai sebuah ajang eksplorasi kreatif sekaligus sarana belajar teknologi sejak dini.

Tak heran, jutaan anak yang ada di seluruh dunia, termasuk juga Indonesia, hobi dalam menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk menjelajahi dunia virtualnya.

Baca juga : Ibu Kevin di Home Alone, Catherine O’Hara Meninggal Dunia

Namun, di balik semua keseruan itu, Roblox sendiri ternyata diketahui menyimpan potensi bahaya yang tidak selalu terlihat di permukaannya.

Sejumlah pakar dan juga pemerhati keamanan digital anak sudah memberikan peringatan bahwa game ini menyimpan banyak sekali risiko yang serius bagi anak-anak.

Pemerintah bahkan sudah melakukan pertimbangan terhadap langkah pemblokiran jika game ini terbukti membahayakan perkembangan anak.

Ini dia jenis ancaman yang perlu kamu ketahui sebelum membiarkan anak terlalu larut dalam dunia Roblox.

1. ANCAMAN DARI PREDATOR

Data dari Statista menunjukkan, per kuartal II 2025, Roblox telah diunduh 72,4 juta kali, dengan mayoritas penggunanya yang diketahui berasal dari kawasan Eropa.

Sekitar 80 persen pemainnya menggunakan ponsel, dan yang diluar ekspetasi adalah, 44 persen dari total pengguna adalah orang dewasa.

Salah satu celah keamanan yang paling serius dalam game Roblox sendiri adalah pada lemahnya sistem verifikasi usia.

Meskipun platform ini memberikan klaim bahwa mereka memiliki pengaturan kontrol orangtua dan batasan berdasarkan usia, namun pada praktiknya siapa saja pun tetap bisa membuat akun dan memilih usia berapa pun tanpa validasi yang ketat.

Artinya, pengguna dewasa dengan niat buruk bisa dengan mudah menyamar sebagai anak-anak dan masuk ke dalam ruang interaksi virtual yang seharusnya menjadi tempat aman bagi pengguna muda.

2. KRIMINALITAS PADA ANAK

Dari sisi psikologi, Roblox sendiri sangat berpotensi menimbulkan perilaku menyimpang, termasuk kriminalitas pada anak.

Salah satu contohnya, anak-anak bisa mencuri demi membeli item berbayar yang ada di dalam game.

Seorang Psikolog Anak lulusan Universitas Indonesia, Mira Amir kepada Kumparan “Kalau di Roblox ada peluang untuk itu (membeli item berbayar) ya bisa ada kemungkinan anak terjerumus ke perilaku mencuri karena ada kebutuhan,”

3. KONTEN KEKERASAN

Di balik tampilan warna-warni dan fitur sosial yang interaktif, sejumlah pakar, orang tua, dan pemerintah mengungkapkan adanya risiko serius Roblox yang sangat perlu diantisipasi sesegera mungkin.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara tegas melarang anak-anak bermain Roblox.

Ia secara gamblang menyatakan bahwa game tersebut mengandung kekerasan serta konten yang tidak sesuai bagi usia dini.

kata Mu’ti “Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya, karena itu tidak baik ya,”.

Menurutnya, banyak anak yang belum bisa membedakan antara realita dan dunia virtual.

“Itu kan banyak kekerasan ya di game itu. Kadang-kadang anak-anak ini tidak memahami bahwa yang mereka lihat itu sebenarnya sesuatu yang tidak nyata,” tambahnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments