Bisa Sebrangi Sungai! Pemuda China ini Bikin Hoverboard Bagaikan Green Goblin – Hoverboard ini terinspirasi dari kendaraan Green Goblin di Spider-Man.
Seorang konten kreator asal China membuat papan terbang (hoverboard) dengan bantuan chatbot kecerdasan buatan (AI) sebagai asisten.
Alat tersebut berhasil ia pakai untuk terbang.
Song Xingyu atau yang lebih dikenal sebagai Amazing Ayu di media sosial mempelajari mekanik, kontrol penerbangan, dan AI secara otodidak.
Ia mengaku bahwa tertarik untuk membuat hoverboard karena menyukai film-film Spider-man sejak kecil.
Baca juga : Kebakaran Gunung Lawu yang Capai 490 Hektare
Mengutip videonya di YouTube @AmazingAyu66, Ayu mengatakan “Bagi saya, ini adalah salah satu gadget science fiction yang paling berguna. Bisa lepas landas ke mana saja dan melayang di udara. Itu sangat praktis,”
Proses pembuatan alat tersebut menghabiskan waktu sekitar dua bulan, melansir Interesting Engineering.
Melansir CNN ID, Ayu mengaku ingin terbang lebih tinggi lagi, namun ia juga meminta para penonton untuk tidak meniru aksi berbahaya yang dilakukannya.
Tahap Perakitan Hoverboard
Versi pertama yang dibuat berbasiskan 5 mesin turbojet yang gaya dorongannya berasal dari tekanan gas panas dan udara bertekanan tinggi hasil dari pembakaran.
Mesin tersebut diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 1.000 km/jam dan diperkirakan mampu mengangkut 3 orang sekaligus.
Nemun, versi pertama ini berakhir gagal karena mesin-mesinnya terlalu berdekatan dan ujung corong (nozzle) terlalu dekat dengan tanah.
Akibatnya, gas panas yang dikeluarkan melalui saluran pembuangan (outtake) kembali terhisap dalam saluran masuk (intake), memicu kebakaran.
Ayu mengatakan “Saya memilih turbojet karena ukurannya dan daya dorongnya yang tinggi, dan lebih terlihat futuristik seperti di film science fiction,”
Akhirnya, Ayu memasukkan data uji ke agen AI dan mengikuti sarannya untuk beralih ke mesin berbasisi listrik yang konsepnya seperti drone.
Ia menggunakan 10 unit penggerak yang masing-masing musiknya memiliki gaya dorong sebesar 30 kilogram dengan arus puncak 2.000 ampere.
Tahap Uji Terbang
Meski ia telah berhasil dalam membuat hoverboard yang lebih aman dan kuat, ia masih menemukan adanya masalah lain terkait kontrol dan keseimbangan.
“Alasan utama saya kesulitan untuk tetap stabil adalah karena di udara saya tidak dapat merasakan secara akurat ke arah mana tubuh saya condong. Jadi saya memutuskan untuk memberi hoverboard tersebut asisten seperti JARVIS dari Iron Man untuk membantu saya berlatih,” tutur Ayu.
Ia memasang smartphone dengan sensor rotasi gyroscope di hoverboard itu untuk merekan data rotasi papan yang terhubung ke ponsel lain di pergelangan tangannya secara real-time.
Sistem ini berbasis AI dan dapat memberikan arahan suara ke earphone selama latihan.
Ayu sendiri berlatih lebih dari 10 hari sebelum memutuskan untuk uji coba di luar ruangan mengelilingi kota tempatnya tinggal di Badong, Provinsi Hubei.
Ia berhasil terbang menyusuri jalanan, melintasi Sungai Yangtze, dan melewati ngarai sungai.
“Dulu aku bertanya-tanya apakah AI akan menggantikan kita suatu hari nanti. Sekarang aku percaya bahwa jika digunakan dengan benar, AI dapat menjadi partner yang membantu kita melampaui batasan kita sendiri,” ungkap Ayu.
