HomeInspirasiMenggabungkan Helen of Troy dan Marilyn Monroe di Karyanya, Anne Carson raih...

Menggabungkan Helen of Troy dan Marilyn Monroe di Karyanya, Anne Carson raih Nobel Sastra 2026

Menggabungkan Helen of Troy dan Marilyn Monroe di Karyanya, Anne Carson raih Nobel Sastra 2026 – Anne Carson merupakan seorang penulis asal Kanada.

Penulis asal Kanada ini gemar mengaburkan batas genre lewat racikan puisi, prosa, dialog, dan terjemahan dalam karya-karyanya.

Anne Carson memenangi Nobel Sastra 2026 “atas karya-karyanya yang berani dan inventif, yang melalui dialog jenaka dengan tradisi klasik telah menciptakan bentuk-bentuk baru bagi sastra kontemporer,”

Baca juga : Bangunan Runtuh dan Hancur Diakibatkan Gempa M 7,7 yang Guncang Panama

Penghargaan ini diberikan oleh Akademi Swedia dan bernilai 12 juta krona Swedia (US$1,2 juta, atau sekitar Rp21,4 miliar).

Carson, yang dikenal sebagai penyair sekaligus juga penulis esai, kerap menelurkan karya yang memadukan puisi, prosa, dialog, dan terjemahan dalam kombinasi yang sulit dikategorikan ke dalam satu genre.

Ia dikenal luas lewat terjemahan karya sastra Yunani klasik, yang memberikan pengaruh besar terhadap karya-karyanya, melansir CNA ID.

Karya Carson sendiri mencakup berbagai jenis bentuk, mulai dari libertto opera, kritik sastra, hingga novel berbentuk puisi seperti Autobiography of Red yang terbit pada 1998.

Gayanya sastranya dapat dilihat dalam Norma Jeane Baker Of Troy yang dirilis pada 2019, sebuah karya pertunjukan yang memadukan kisah Helen dari Troya dalam drama Helen karya Euripides, dengan kisa Marilyn Monroe.

Dengan kemenangan ini, Carson bergabung dengan nama-nama besar seperti Alexander Solzhenitsyn, Alice Munro, dan Ernest Hemingway sebagai penerima penghargaan tersebut.

Akademi Swedia selama ini mendapatkan kritik.

Hal ini dikarenakan mereka dianggap mengabaikan sejumlah penulis sastra tersohor dalam 120 tahun terakhir, seperti Leo Tolstoy, Virginia Woolf, dan Jorge Luis Borges.

Kritik ini muncul karena Akademi Swedia dinilai mengesampingkan penulis Amerika Serikat.

Meskipun, mereka pernah memberikan penghargaan tersebut kepada penyanyi sekaligus juga penulis lagu Bob Dylan pada 2016.

Mereka juga dituduh memilih pemenang yang terlalu sulit dikenal publik luas.

Namun, para pembela akademi Swedia juga menilai bahwa lembaga tersebut juga pernah memilih nama-nama populer.

Penghargaan Nobel sendiri dibentuk berdasarkan surat wasiat penemu dinamit sekaligus pengusaha asal Swedia, Alfred Nobel.

Penghargaan untuk pencapaian di bidang sastra, sains, dan perdamaian ini telah diberikan sejak 1901.

Tahun lalu Nobel Sastra dimenangi oleh penulis Hungaria Laszlo Krasznahorkai, yang mendapat julukan “master kiamat’ oleh kritikus Amerika Serikat, Susan Sontag.

Nobel Sastra tahun lalu dimenangi oleh penulis Hungaria Laszlo Krasznahorkai, yang dijuluki “master kiamat” oleh kritikus Amerika Serikat, Susan Sontag.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments