Medan Ditetapkan dengan Status Tanggap Darurat Bencana Alam – Pemerintah Kota (Pemkot) kota Medan, Sumatera Utara, menetapkan status tanggap darurat bencana alam pada kota tersebut.
Dilansir dari CNN, status ini ditetapkan selama 15 hari, dimulai dari 27 November 2025 setelah cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir.
Ditetapkannya status ini berdasarkan keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/15.K Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam di Kota Medan Tahun 2025.
Banjir tersebut sudah menyebabkan terganggunya kehidupan masyarakat, transportasi, kerugian material hingga berdampak pada berbagai aspek meliputi sosial, ekonomi dan juga kesejahteraan hidup masyarakat di Kota Medan.
Tidak hanya sampai disana, Pemkot Medan bahkan juga sudah mempertimbangkan penjelasan Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara untuk terus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi karena cuaca ekstrem yang sudah terjadi beberapa hari itu.
Penetapan status ini juga didasarkan dari hasil rapat koordinasi tanggap bencana pada 27 November yang dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan juga beberapa perangkat daerah yang terkait.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) kota Medan, Sumatera Utara, mencatat setidaknya ada 11 kecamatan yang dilanda banjir yang terjadi di kota Medan.
Diketahui juga 11 kecamatan yang dilanda banjir sendiri yaitu Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Selayang, Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Sungal dan Kecamatan Medan Polonia.
Juga ada selain itu Kecamatan Medan Petisah, Kecamatan Medan Helvetia, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan.
Diakibatkan oleh peristiwa naas tersebut ada sebanyak 645 orang yang sudah dievakuasi dari banjir yang tersebar di 28 kelurahan dan 128 lingkungan.
Pada Kamis (27/11), Rico mengatakan “Pemko Medan berada dalam masa kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem, menyusul hujan deras yang terus berlangsung sejak dua hari terakhir,”.
Baca juga : Fakta Tentang Fenomena Supermoon Terakhir 2025 Muncul 5 Desember
Rico juga mengungkapkan ada beberapa titik banjir yang menunjukkan kondisi yang cukup berat, termasuk dengan jalan-jalan yang tidak dapat dilalui dan juga sungai-sungai yang sudah dalam keadaan meluap sehingga membuat warga mulai mengevakuasi diri mereka.
“Warga yang dievakuasi sementara ditempatkan di masjid, kantor lurah, maupun kantor kecamatan. Saat ini petugas di lapangan masih melakukan pendataan jumlah korban dan rumah yang terdampak,” ujar Rico
Rico memberikan instruksi kepada seluruh camat untuk memastikan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir berjalan dengan cepat dan juga aman, serta mempersiapkan dapur umum di setiap lokasi pengungsian yang ada.
Rico memberikan tambahan “Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan juga menyatakan siap bekerja sama menyiapkan makanan bagi para pengungsi,”
Ditegaskan juga oleh Rico juga tentang pentingnya sinergi antara camat dan BPBC dalam berlangsungnya proses evakuasi maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian, terutama bagi para anak-anak dan lansia.
