HomeKesehatanSama-Sama Bikin Melek, Matcha vs Kopi: Mana yang Lebih Sehat?

Sama-Sama Bikin Melek, Matcha vs Kopi: Mana yang Lebih Sehat?

Sama-Sama Bikin Melek, Matcha vs Kopi: Mana yang Lebih Sehat? – Bagi sebagian orang, memulai hari tanpa secangkir kopi terasa kurang lengkap. Namun, belakangan ini matcha juga semakin populer sebagai teman bekerja, belajar, atau sekadar menikmati waktu santai. Warna hijaunya yang khas dan rasanya yang unik membuat minuman ini semakin banyak diminati.

Keduanya sama-sama mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Meski demikian, matcha dan kopi memiliki kandungan serta karakteristik yang berbeda. Matcha dikenal mengandung katekin dan L-theanine, sedangkan kopi memiliki kafein dan beragam senyawa antioksidan.

Lantas, jika dilihat dari sisi kesehatan, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi setiap hari? Jawabannya ternyata tidak sesederhana memilih minuman dengan reputasi paling sehat.

1. Kandungan Kafein: Kopi Umumnya Lebih Tinggi

Salah satu alasan orang memilih kopi adalah efeknya yang membantu mengusir rasa kantuk. Kandungan kafein dalam kopi umumnya lebih tinggi dibandingkan matcha, meskipun jumlah pastinya bergantung pada jenis biji, takaran, dan cara penyeduhan.

Sebagai gambaran, satu cangkir berukuran sekitar 240 ml dapat mengandung:

  • Matcha: sekitar 38–89 mg kafein.
  • Kopi seduh: sekitar 80–120 mg kafein.

Angka tersebut merupakan perkiraan, bukan jumlah yang pasti berlaku untuk setiap sajian. Jika membutuhkan dorongan energi yang terasa lebih kuat, kopi bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, matcha dapat dipertimbangkan bagi orang yang menginginkan asupan kafein lebih rendah, selama takaran dan jenis penyajiannya sesuai.

Namun, keduanya tetap dapat mengganggu tidur atau memicu jantung berdebar jika dikonsumsi terlalu banyak atau jika tubuh sensitif terhadap kafein.

2. Matcha Unggul dalam Kandungan Katekin dan L-theanine

Matcha dibuat dari daun teh hijau yang digiling menjadi bubuk halus. Karena bubuknya ikut dikonsumsi, matcha mengandung berbagai senyawa alami dari daun teh, termasuk katekin yang memiliki sifat antioksidan.

Matcha juga mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang diteliti berkaitan dengan perhatian dan fungsi kognitif. Kombinasi L-theanine dan kafein berpotensi mendukung kewaspadaan, tetapi manfaatnya tidak berarti setiap orang pasti akan merasa lebih fokus setelah meminumnya.

Sejumlah penelitian mengenai teh hijau menunjukkan potensi manfaat bagi kesehatan. Namun, bukti khusus mengenai matcha masih berkembang sehingga klaim bahwa matcha dapat mencegah penyakit tertentu tidak boleh dianggap sebagai kepastian.

3. Kopi Juga Memiliki Manfaat bagi Kesehatan

Kopi bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk. Kopi mengandung polifenol dan senyawa antioksidan lainnya yang menjadi perhatian dalam berbagai penelitian kesehatan.

Sejumlah penelitian observasional mengaitkan konsumsi kopi dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa kondisi, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit hati tertentu. Meski begitu, hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa kopi secara langsung mencegah penyakit, karena ada faktor gaya hidup lain yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Artinya, kopi tidak harus dihindari hanya karena memiliki kafein. Bagi orang yang cocok meminumnya, kopi tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.

4. Waspadai Gula dan Krimer dalam Matcha maupun Kopi

Ada satu hal yang sering luput ketika membandingkan kedua minuman ini: bahan tambahan.

Matcha latte yang menggunakan banyak sirup, gula, atau krimer bisa mengandung kalori dan gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Hal serupa berlaku untuk kopi susu dengan sirup manis, krimer, atau topping.

Karena itu, minuman yang terlihat lebih sehat belum tentu lebih baik jika kandungan gulanya berlebihan. Matcha yang diseduh dengan air dan kopi hitam tanpa gula merupakan pilihan sederhana bagi orang yang ingin membatasi asupan gula tambahan.

Jika menyukai rasa susu, keduanya tetap bisa dinikmati dengan memperhatikan jumlah gula dan ukuran sajian.

Sama-Sama Bikin Melek, Matcha vs Kopi: Mana yang Lebih Sehat?

5. Mana yang Lebih Aman untuk Lambung dan Kualitas Tidur?

Respons tubuh terhadap kopi dan matcha bisa berbeda pada setiap orang. Sebagian orang merasa perutnya kurang nyaman setelah minum kopi, sedangkan orang lain dapat mengonsumsinya tanpa keluhan. Matcha juga tidak selalu bebas dari efek samping karena tetap mengandung kafein.

Jika mudah mengalami gangguan tidur, rasa gelisah, atau jantung berdebar, cobalah mengurangi jumlah kafein dan menghindari kedua minuman tersebut menjelang waktu tidur. Orang yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan juga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki kekhawatiran terkait kafein.

Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA menyebut asupan kafein hingga sekitar 400 mg sehari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif. Namun, batas yang sesuai bisa lebih rendah bagi orang yang sensitif, memiliki kondisi tertentu, atau sedang hamil. Jumlah ini juga mencakup kafein dari sumber lain, bukan hanya kopi atau matcha.

Jadi, mana yang lebih sehat antara matcha dan kopi? Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Matcha menawarkan katekin dan L-theanine, sedangkan kopi umumnya memberikan asupan kafein lebih tinggi dan juga mengandung senyawa antioksidan.

Jika membutuhkan efek kafein yang lebih kuat, kopi mungkin lebih sesuai. Jika menyukai rasa teh hijau dan ingin mencoba minuman dengan karakter kafein berbeda, matcha bisa menjadi alternatif menarik.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bukan ditentukan oleh tren, melainkan oleh kondisi tubuh, jumlah yang dikonsumsi, dan cara penyajiannya. Pilih minuman yang cocok untukmu, batasi gula tambahan, dan jangan mengorbankan kualitas tidur demi tetap terjaga. Sebab, pola hidup sehat tidak bergantung pada satu jenis minuman saja, tetapi pada kebiasaan sehari-hari secara keseluruhan.

Baca Juga : https://www.ceritaseru.co.id/viral-ikan-asin-diduga-disemprot-antiserangga-apa-bahayanya-bagi-kesehatan-dalam-jangka-panjang/

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments