HomeFaktaBisnis Bimbel di India sedang Dalam Masa 'Subur' Berkat Ambisi Masuk Kampus...

Bisnis Bimbel di India sedang Dalam Masa ‘Subur’ Berkat Ambisi Masuk Kampus Top

Bisnis Bimbel di India sedang Dalam Masa ‘Subur’ Berkat Ambisi Masuk Kampus Top – Saat ini bisnis bimbel berkembang begitu pesat di India.

Dikarenakan tempat perebutan persaingan yang semakin ketat di universitas favorit menjadi pendorong budaya bimbel bertekanan tinggi.

Bagi jutaan keluarga India, menjadi dokter, pengaca, dan juga insinyur masih menjadi pilihan karier idaman.

Hal inilah yang menjadi ambisi yang menumbuhsuburkan industri bimbingan belajar atau bimbel, mengutip CNA ID.

India sendiri memiliki jaringan besar lembaga swasta dan juga pusat bimbel yang memberikan persiapan untuk ujian masuk kampus-kampus top.

Dengan jurusan kedokteran dan teknik, serta seleksi pegawai negeri sebagai target utama.

Namun, industri ini mendapatkan sorotan yang tajam setelah serangkaian kebocoran soal ujian.

Baca juga : Api Sudah Merambat ke Jalur Pendaki pada Kebakaran di Gunung Ijen

Hal ini termasuk juga kasus awal tahun ini yang memaksa lebih dari dua juta siswa mengulang National Eligibility cum Entrance Test (NEET) untuk masuk fakultas kedokteran ternama.

Skandal tersebut kemudian menjasi pemicu gerakan protes yang dipimpin Gen Z hingga akhirnya memaksa menteri pendidikan mengundurkan diri.

Meski kemarahan publik banyak yang tertuju pada kegagalan otoritas pendidikan, para pakar dan pengamat mengatakan peran industru bimbel swasta jauh lebih sedikti mendapatkan sorotan.

Aktivis pendidikan India Pradeep Poonia mengatakan kepada CNA bahwa pelaku industri bimbel pernah dikaitkan dengan kasus kebocoran soal, termasuk NEET tahun ini.

Neha Singh, pendiri bersama perusahaan data Tracxn mengatakan bahwa dua puluh tahun lalu, siswa “tidak perlu” menngikuti bimbel tambahan hanya untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi yang sangat menentukan.

Namun kini, mengikuti bimbel sendiri telah menjadi kebutuhan dasar bagi mereka yang mepersiapkan ujian masuk perguruan tinggi yang kompetitif, tambahnya.

Besarnya uang yang mengalir ke persiapan ujian masuk menunjukkan betapa kuatnya bimbel mengakar dalam sistem pendidikan India.

Pasar ini diperkirakan bernilai hampir US$15 miliar (Rp264,7 triliun) dan akan mencapai sedikitnya US$23 miliar (Rp405,8 triliun) pada 2030.

Angka ini melansir pada laporan perusahaan riset pasar RedSeer Strategy Consultants yang diterbitkan awal bulan ini.

Menurut Tracxn, investasi hampir US$4 miliar (Rp70,6 triliun) juga telah mengalir ke industri ini.

Hal tersebut juga termasuk pendanaan besar dari perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments