HomeFaktaIni Dia Alasan Mengapa Rencana Sekolah Daring untuk Hemat BBM Di Batalkan

Ini Dia Alasan Mengapa Rencana Sekolah Daring untuk Hemat BBM Di Batalkan

Ini Dia Alasan Mengapa Rencana Sekolah Daring untuk Hemat BBM Di Batalkan – Wacara sekolah daring saat ini menuai banyak kritik dari masyarakat.

Kritik yang masuk ini dikarenakan rencana sekolah daring dinilai berisiko menurunkan kualitas belajar.

Melansir CNA ID, pemerintah sudah memutuskan untuk membatalkan rencana kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah secara daring.

Rencana pemberlakuan pembelajaran jarak jaruh setelah libur Lebaran demi menghemat konsumsi bahan bakar minyak ini batal diterapkan.

Pembatalan ini dilakukan agar tidak terjadi ketertinggalan pelajaran (learning loss).

Sebelumnya, rencana ini sempat mencuat sebagai bagian dari kebijakan efisiensi ataupun strategi penghematan energi yang tengah dikaji oleh pemerintah.

Hal ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi potensi krisis energi yang berisiko diakibatkan oleh konflik Iran dan AS-Israel di Timur Tengah.

Wacana penerapan sekolah daring ini direncanakan mulai April 2026.

Baca juga : AI Akan Hancurkan Manusia ! Ternyata Sudah Terungkap pada Mitologi Yunani Kuno Abad ke-5 SM

Melalui wacana tersebut, diharapkan bisa menjadi salah satu upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan bahwa, hasil koordinasi lintas kementerian pembelajaran tatap muka harus tetap dilakukan demi memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.

Mengutip dari Kompas, pada Selasa (24/3) Praktino mengatakan “Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,”.

“Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa memang pernah ada diskusi mengenai kemungkinan penggunaan metode hibrida.

Hibrida sendiri merupakan kombinasiluring dan daring di satuan pendidikan sejak April 2026.

Namun, mengingat akan pentingnya untuk menjaga kualitas pendidikan siswa, peembicaraan lintas kementerian memutuskan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak urgen saat ini.

Patriko juga mengatakan bahwa keputusan ini diambil karena pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, dalam hal ini di bidang kesehatan dan pendidikan.

Ia menegaskan bahwasannya peningkatan kualitas pendidikan harus dipercepat untuk sejalan dengan prioritas presiden.

Program seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan juga Sekolah Unggul Garuda menjadi bagian dari fokus utama

Pengamat pendidikan Univesitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah, memberikan penilaian bahwasannya dalam kondisi menuju krisis energi saat ini, seharusnya yang diefisiensi dahulu adalah gaji ataupun tunjangan pejabat negara.

Ia juga menegaskan kepada Kompas bahwasannya pandemi COVID-19 telah mengajarkan bahwa PJJ sangatlah tidak efektif.

Dampak dari ketertinggalan pelajaran juga masih terasa hingga saat ini.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments