HomeAlamKebakaran Gunung Lawu yang Capai 490 Hektare

Kebakaran Gunung Lawu yang Capai 490 Hektare

Kebakaran Gunung Lawu yang Capai 490 Hektare – Kebakaran hutan dan lahan leren gunung Lawu kian membesar dan melebar.

Luasan lahan dan hutan yang terbakar kini bertambah drastis.

Api bahkan disebut semakin mendekati mata air warga.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dihubungi awak media mengatakan bahwa “Berkaitan dengan luas yang terbakar, perkiraan kita sekitar 490 hektar yang terbakar,”

Baca juga : Pastor Patricio Alfredo Sánchez Molinari Dinyatakan Tewas Setelah Tertimpa Salib saat Pimpin Misa

Ia juga mengatakan bawa api semakin mendekati mata air warga, sehingga perlu dilakukan berbagai langkah antisipasi untuk menyelamatkan pipa air tersebut.

“Posko induk besok akan dilakukan penyekatan di depan hutan alam, karena di situ ada pipa milik warga,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi api yang mendekati pipa warga, objek wisata, dan juga permukiman, satu pos baru di Candi Cetho akan dibuka.

Posko Candi sendiri akan memulai operasinya pada Rabu (21/10).

Fokus operasi di Pos Cetho adalah pada pemeriksaan kondisi pipa sumber mata air, pengamanan jalur, titik penempatan pipa, juga pendataan sarana dan kondisi di lapangan.

“Di Posko Candi Cetho, akan dilakukan penyekatan di bawah Pos 1, karena dikhawatirkan nanti akan meluas ke objek wisata. Dan di Posko Cetho, kita tambah satu posko lagi, akan dilakukan pengamanan pipa warga. Upaya ditimbun pipanya agar nanti tidak ada yang kebakaran,” ucapnya.

Selain posko induk di Desa Gondosuli, ada juga tiga pos kecil yang dibuka, yakni di Ngargoyoso, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho.

Masing-masing posko dikatakan masih akan melakukan pemantauan dan juga penyekatan manual.

“Masing-masing posko kita melakukan upaya pemantauan dan penyekatan manual untuk melindungi api agar tidak semakin meluas, dan mendekati pemukiman,” jelasnya.

Hari ini, upaya pemadaman water bombing masih terkena kendala akibat cuaca.

Water bombing yang seidanya dilakukan sebanyak empat kali, hanya memungkinkan yuntuk dilakukan dua kali pada pukul 07.30 dan 08.30 WIB.

Upaya pemadaman dan penyekatan manual juga terkendala karena api yang cukup besar, sehingga tim gabungan harus ditarik lebih cepat dengan faktor keselamatan.

“Langkah selanjutnya, yang pertama, tetap dilakukan water bombing sambil melihat kondisi cuaca. Kami tadi sudah melapor ke Pak Bupati, kegiatan kita akan kita minta bantuan kepada BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca,” katanya

“Untuk modifikasi cuaca, kami kan sudah melaksanakan tanggap darurat dan kemarin kami koordinasi dengan BNPB, dan tadi sudah dibuat surat administrasi. Sudah di-fax-kan surat ke BMKG untuk dilakukan pelaksanaan modifikasi cuaca. Tergantung nanti hasil dari asesmen BMKG, kapan waktunya, kan perlu asesmen cuacanya apakah memungkinkan ada bibit awan atau tidaknya,” imbuhnya.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa kebarakan di lereng Lawu ini membakar hutan pinus dan juga ilalang.

Api mulai diketahui pada Kamis (15/10), dengan titik awal lokasi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli.

BPBD Karanganyar menyebutkan bahwa pemadaman kebakaran hutan dan lahan di lereng Lawu, Kabupaten Karanganyar, akan menggunakan water bombing.

Hal ini dilakukan mengingat medan yang sulit dan juga luasnya wilayah yang terbakar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres, Pak PJ Bupati, BPBD Provinsi, hingga Polda. Insyaallah nanti akan dievaluasi untuk opsi penanganan water bombing. Kami berupaya melakukan penyekatan agar api tidak melompati jalur pendakian dan menyebar ke wilayah lain,” kata Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, di Pos Induk Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (17/10).

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments