HomeAlamBanjir Bandang Hantam Perbatasan Nepal-China

Banjir Bandang Hantam Perbatasan Nepal-China

Banjir Bandang Hantam Perbatasan Nepal-China – Banjir bandang menghantam wilayah Nepal dan menyebabkan kerusakan parah hingga ratusan orang tewas.

Rekaman CCTV menunjukkkan banjir bandang yang super besar menghantam gedung di perbatasan Nepal dengan China.

Melansir Channel News Asia dan Reuters, rekaman CCTV di Gyirong memperlihatkan bahwa ratusan orang berusaha melarikan diri sebelum banjir besar tersebut menghantam gedung lintas batas antara China dan Nepal.

Banjir besar tersebut tampak membawa material lumpur.

Laporan awal menyebutkan bahwa ada gempa di salah satu area yang menjadi pemicu longsor gletser.

Sejauh ini, kepolisian Nepal sudah menemukan 157 orang korban yang tewas akibat dari banjir bandang tersebut.

Baca juga : Dunia Musik Berduka Atas Kabar Meninggalnya Dolly Parton

Petugas bantuan juga menyatakan bahwa seluruh permukiman yang dihantam banjir bandang telah hanyut tanpa sisa, mengutip AFP.

Rekaman dari kamera pengawas juga menunjukkan adanya puluhan orang berlarian menyelamatkan diri mereka saat gulungan puing setinggi beberapa lantai tersebut menghantam wilayah perbatasan, menghempaskan truk dan juga bus saat diterjang banjir.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, mengatakan dalam sebuah pernyataan di media sosial, “Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami tidaklah kecil,”.

“Namun saya ingin meyakinkan bahwa Anda tidak sendirian di masa sulit ini, negara hadir bersamamu dengan segala daya dan sumber daya yang ada,” tambahnya.

Dikutip dari DetikNews, sekitar 403 wisatawan, di mana 341 di antaranya merupakan warga negara asing.

Namun, belum diketahui keberadaannya beberapa jam setelah bencana terjadi.

Kementerian Pariwisata Nepal menyebutkan bahwa para wisatawan asing yang hilang mencakup 142 warga negara India,  serta warga negara lain dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, kata dewan pariwisata.

“Seluruh desa dan kawasan pasar telah hanyut tanpa sisa,” kata kepala Federasi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) untuk Nepal, David Fisher.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments