AI Akan Hancurkan Manusia ! Ternyata Sudah Terungkap pada Mitologi Yunani Kuno Abad ke-5 SM – Ternyata kekhawatiran akan bahaya kecerdasan buatan (AI) bukanlah hal yang baru.
Jauh sebelum teknologi buatan modern berkembang pesat, ternyata manusia sudah terlebih dahulu membayangkan risiko mesin yang lepas kendali.
Gambaran ini muncul dalam sebuah kisah mitologi Yunani Kuno tentang Talos, yang terkanal sebagai sebuah sosok “robot kecerdasan buatan” pertama dalam imajinasi manusia.
Dimana manusia sudah memikirkan kemungkinan teknologi yang awalnya membantu, seperti AI pada masa kita sekarang ini malah akan balik menjadi sebuah ancaman.
Dalam mitologi, Talos sendiri merupakan ciptaaan Hephaestus, yang terkenal sebagai dewa penguasa api sekaligus ahli metalurgi.
Melansir CNBC INDONESIA, ia sendiri membuat Talos dari perunggu, atas permintaan Zeus sebagai sebuah hadiah untuk Minos.
Minos sendiri dikenal sebagai penguasa dari sebuah pulau bernama Pulau Kreta.
Baca juga : Dua Negara Asia Tenggara Masuk ke Dalam Daftar Negara Terindah Dunia
Talos bukanlah sekedar sebuah patung biasa, ia digambarkan memiliki sebuah kemampuan menyerupai manusia.
Kemampuannya ini yakni, ia bisa bergerak, berbicara, hingga bertarung.
Dalam buku Gods and Robots: Myth, Machines, and Ancient Dreams of Technology (2018), Talos dikatakan berpatroli mengelilingi Pulau Kreta hingga tiga kali sehari.
Patroli yang dilakukan oleh Talos tersebut bertujuan untuk menjaga wilayah tersebut dari ancaman yang berasal dari luar.
Setiap adanya kapal asing yang mendekat, akan dilempari batu besar oleh Talos, dan jika musuh berhasil mendarat, Talos tidak segan untuk membakar tubuh mereka hingga tewas.
Pada awalnya, kehadiran Talos memang membuat para penduduk merasa aman dari serangan.
Namun, perlahan situasi akan berubah, Talos yang diprogram untuk melindungi pulau justru kesulitan membedakan antara musuh dengan warga sendiri.
Ia mulai salah sasaran dan kerap menyerang siapa pun yang dianggap mencurigakan, akibatnya keberadaannya justru malah menimbulkan kekuatan di kalangan publik.
Akhirnya kisah ini berujung pada upaya untuk menghentikan Talos.
Dalam cerita yang ditulis oleh Apollonius Rhodius melalui sebuah puisi epik Argonautica, penyihir Medea berhasil dalam memanfaatkan kebingungan Talos sebelum akhirnya melumpuhkannya hingga hancur.
Kisah Talos sendiri sering dianggap sebagai salah satu gambaran awal tentang kecerdasan buatan dalam sejarah manusia.
Meskipun bersifat mitologis, cerita ini menunjukkan bahwa sejak abad ke-5 SM, manusia sudah membayangkan teknologi yang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak sendiri.
Namun di sisi lain juga hal tersebut juga memiliki potensi bahaya sama besarnya.
Seiring perkembangan zaman, imajinasi tersebut kini sudah menjadi sebuah kenyataan, yaitu melalui AI modern.
