8 Januari 2020

Kemudian sang ibu dan ayah pun membawanya ke klinik terdekat pada pukul 11.30 malam. Namun sayang fasilitas penunjang tidak ada. Mesin X-Ray tidak berfungsi dan harus dirujukan ke RS Spesialis An-Nur di Bangi.
Setelah pindah rumah sakit, mesin X-Ray memang berfungsi tapi sang dokter tidak kunjung datang. Hal ini membuat Reza harus menunggu kurang lebih 1 jam. Setelah dilakukan pemantauan dari mesin X-Ray, diketahui kerongkongan balita tersebut ada uang koin 20 sen.
Meski sudah mengetahui ada uang koin, pihak rumah sakit tidak bisa melakukan tindakan lanjutan. Pasalnya jam 01.30 dini hari, seorang dokter mengatakan jika rumah sakit mereka tidak memiliki alat penunjang dan membuat Reza kembali ke rumah sakit lain.
Reza pun dibawa menuju Rumah Sakit Spesialis KPJ Kajang. Walau sudah masuk ruang UGD, Reza tidak langsung mendapat perawatan. Sang ibu bahkan telah menjelaskan anaknya tersedak koin dantidak bisa dikeluarkan. Sebelum mendapat indakan, pihak resepsionis malah menyuruh mereka ke rumah sakit lain karena penuh.
Hal ini membuat ibu Reza cukup frustasi dan khawatir. Kedua orang tua Reza pun meminta bertemu dengan manajer rumah sakit tersebut. Kemudian mereka pun menunggu berjam-jam hingga akhirnya Reza di bawa ke zona kritis di KPJ. Balita tersebut diberikan perawatan oleh seorang dokter yang memeriksa jantung dan kadar oksigen.
Pemeriksaan tersebut terjadi pada pukul 5 pagi waktu setempat. Reza kembali menjalani X-Ray pada pukul 8 pagi untuk melihat posisi koin. Pihak RS KPj tidak memiliki alat yang memadai hingga Reza kembali di rujuk ke RS Kuala Lumpur.
Reza tiba di HKL pada pukul 3.30 sore waktu setempat dengan kondisi koin masih tersangkut. Setelah dilakukan perawatan, operasi pun dijadwalkan pukul 18.30. namun dikarenakan Reza meminum air, dirinya harus menunda dan bisa operasi pada pukul 10 malam.

Popular_News